Lulusan Dokter Angkatan 53 FKK UMJ Diangkat Sumpah

Wecome Katalog Green World di Portal Ini!

Katalog Green World, JAKARTA — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar pembacaan Sumpah Dokter Gelar ke-53 pada Rabu (31 Januari 2024) di Aula Dr Syafri Guricci. Dekan FKK UMJ Dr Tri Ariguntar Vikaning Tyas, SPPK, 15 wisudawan program pelatihan profesi kedokteran. Lulusan Dokter Angkatan 53 FKK UMJ Diangkat Sumpah

Sumpah jabatan merupakan proses yang harus dilalui calon dokter untuk menjadi dokter profesional. Pengambilan sumpah dilakukan setelah selesai mengikuti pelatihan, kerja klinik, dan UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Profesi Kedokteran) pada bulan November 2023. UKMPPD merupakan bagian penting dalam pengujian etika dan kompetensi calon dokter.

Berdasarkan laporan Ketua Program Studi Profesi Kesehatan, D. Farsida, MPH, FKK UMJ, telah berkomitmen untuk menghasilkan calon dokter yang berakhlak Islami unggul sejak didirikan 20 tahun lalu. Dua puluh tahun bukanlah usia yang muda, kami membuktikan dan berbagi pengalaman dalam melahirkan lulusan dengan karakteristik berbeda,” kata Farsida.

Farsida melaporkan, pada angkatan yang berjumlah 53 orang tersebut, lulusan S3 mempunyai rata-rata indeks prestasi kumulatif sebesar 3,56 dengan rincian 3 orang wisudawan dengan predikat “Sangat Memuaskan”, 3 orang dan 12 orang lagi dengan predikat “Memuaskan”. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh rumah sakit pendidikan yang bekerjasama dengan FKK UMJ dalam proses pembinaan mahasiswa program pelatihan profesi kedokteran. FTUI Perluas Jaringan Kerja Sama Internasional Cybersecurity dengan Jepang

Saksi langsung dalam proses pelantikan tersebut adalah Rektor Prof Dr Mamun Murod, MSi, Wakil Rektor I Dr Muhammad Hadi, SKp, MKep, dan Wakil Rektor IV Dr Septa Chandra, SH, MH, Ketua IDI Wilayah Tangsel Dr Fajar. Shiddick. , Dr BPH UMJ Ateng, serta dr Nandi Rahman, Direktur dan Perwakilan Rumah Sakit Mitra UMJ, civitas akademika FKK UMJ dan orang tua wisudawan.

Dokter yang mengambil sumpah kemudian menandatanganinya sebagai ikrar menjunjung tinggi etika profesi kedokteran. Penandatanganan diwakili oleh perwakilan wisudawan, Dr. Agni Mubarok, di hadapan Rektor UMJ dan Ketua Program Studi Profesi Kesehatan.

Dekan FKK UMJ Dr Tri Ariguntar Vikaning Tias, SpPK di hadapan para wisudawan mengucapkan terima kasih karena telah mempercayakan putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan spesialisasi kedokteran di FKK UMJ. Tree mendorong lulusannya untuk mempraktikkan etika dan moralitas ketika menekuni profesi medis.

Keduanya dapat dicapai dengan menerapkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan (AIC) yang diajarkan. “Menjaga etika dan moral itu sangat penting dan menjadikan kita unggul. Pasien tidak hanya melihat dokternya pintar, tapi juga bagaimana menjaga etika dan martabat,” kata Tree.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMJ Prof Dr Mamun Murod, MSi juga menegaskan bahwa etika sangat penting dalam semua profesi, termasuk dokter. Mamun mengatakan, ada dua hal yang perlu dilindungi, yaitu etika dalam masyarakat yang disebut dengan moralitas, dan etika dalam agama yang disebut dengan moralitas.

“IPK hanya mempengaruhi 25 persen, kemudian 75 persen nilainya. Yang penting itu ada. Banyak orang gagal karena tidak beretika,” kata Mamun.

Sementara itu, dr Ateng dari BPH UMJ mengatakan menjadi dokter hebat tidak ada artinya jika masyarakat tidak membutuhkannya: “Tugas kita adalah menjaga citra lulusan FKK UMJ yang positif. Hal ini penting ketika seorang dokter mendapat penilaian negatif di masyarakat. , pada akhirnya masyarakat tidak lagi membutuhkannya. diri kita sendiri,” kata Ateng.

Ketua IDI Tangsel, Dr. Fajar Shiddik mengucapkan selamat kepada wisudawan dokter FKK UMJ. Sidik menyoroti salah satu tantangan yang dihadapi profesi medis: kelalaian. Saat ini, banyak dokter yang dimintai pertanggungjawaban atas dugaan malpraktik.

Dia berpendapat bahwa kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh kesalahpahaman. Berkaitan dengan hal tersebut, ia berpesan kepada para wisudawan agar mampu berkomunikasi dengan baik dengan pasien, keluarga, tenaga kesehatan, rekan sejawat, serta menjunjung tinggi etika dan kewibawaan profesi kedokteran.

Pada pembelajaran lainnya, salah satu wisudawan Dr. Sylvia Amy Raras Shakti merasa senang dan bangga saat mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan menyelesaikan program profesi kesehatan. Ia ingat betapa beratnya perjuangan untuk mencapai titik ini. Oleh karena itu, Sylvia berpesan kepada wisudawan untuk selalu menjaga nama almamaternya. Lulusan Dokter Angkatan 53 FKK UMJ Diangkat Sumpah

“Saya berharap amanah ini dapat dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. “Tentunya yang terpenting kita bisa mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Jakarta,” kata Silvy saat ditemui di sela-sela acara.

Hadir pula tamu undangan dari Dinas Kesehatan Tangsel, Dinas Kesehatan Banjara, serta pimpinan rumah sakit pendidikan yaitu RS Sekarwangi, RS Sukapura, RS Syamsudin, dan RS Pondok Kopi.

Tema yang diangkat pada Upacara Sumpah Dokter ke-53 ini adalah “Aquiris Quodcumque Rapis”, yang merupakan bahasa Latin yang berarti “Anda mendapatkan apa yang Anda kerjakan”. Hal ini merupakan cerminan bahwa apa yang diterima lulusan merupakan hasil perjuangan lulusan.