KRL Impor Asal China Seharga Rp 783 Miliar Siap Beroperasi Mei 2025

Selamat datang Katalog Green World di Situs Kami!

Katalog Green World, Jakarta PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter sepakat membeli KRL impor China senilai Rp 783 miliar. Namun 3 set kereta baru akan tiba di Indonesia pada tahun 2025 mendatang. KRL Impor Asal China Seharga Rp 783 Miliar Siap Beroperasi Mei 2025

Sekretaris Dinas Perhubungan KAI Anne Purba menjelaskan, pengiriman KRL baru dari China tersebut dilakukan secara bertahap. Kemudian harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dibawa oleh penumpang.

Dia menegaskan, seluruh jajaran KRL impor kemungkinan akan tiba pada tahun 2025. Padahal, jika mengacu pada rencana sebelumnya, KRL impor baru mungkin akan tiba pada tahun ini. Bappebti Nilai Harga Kripto Saat Ini Masih Dipengaruhi Sentimen Global

“Tidak mungkin di tahun 2024, (hanya akan tiba) di tahun 2025. Jadi butuh waktu 13,5 bulan untuk sampai pertama kali, sampai di Indonesia bagi yang berangkat, dan nanti kita lakukan tes sejauh 4.000 kilometer,” kata Ann dalam pertemuan tersebut. Kantor Pusat KAI Travel, Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Proses pengiriman 36 KA atau 3 set KA ini dilakukan secara bertahap dengan target waktu 15 bulan terhitung sejak penandatanganan kontrak pembelian antara KAI Commuter dan CRRC Sifang Co., Ltd. Kemudian masuk uji coba operasi di dalam negeri selama kurang lebih 1 bulan. Ini akan mulai bekerja pada Mei 2025

Setelah itu baru bisa digunakan untuk pelayanan penumpang. Jika dihitung berdasarkan perjanjian jual beli pada Januari 2024, maka KRL baru baru tersedia pada Mei 2025.

“Tugasnya 13,5 bulan, tugasnya lulus uji dulu 4.000 km. Tapi kita targetnya sekitar 15 (seluruh armada tiba), dan bulan ke-16 kita sudah bisa melayani penumpang, jadi ada sertifikat dari DJKA Kementerian Perhubungan (Ditjen Perkeretaapian), jelasnya.

Sebelumnya, Kereta Penumpang Indonesia (KCI) mengumumkan keputusannya untuk mengimpor Kereta Listrik Listrik (KRL) baru yang didatangkan dari China, bukan dari Jepang atau Korea Selatan.

Diketahui, PT KCI menandatangani kontrak pembelian tiga seri KRL impor dengan CRRC Sifang Co., Ltd di Beijing, China pada 31 Januari 2024.

Vice President Organizing Secretary KCI Ann Purba mengatakan, alasan KCI memutuskan mendatangkan KRL seri baru impor karena harganya di China. Dia mengatakan KRL yang baru diimpor ini harganya sangat kompetitif dibandingkan Jepang dan Korea Selatan.

Ann mencatat, total harga pembelian KRL 3 seri (tiga) baru yang diimpor CRRC Sifang, China sebesar Rp 783 miliar. Namun, dia tidak membeberkan harga KRL impor baru buatan Jepang atau Korea Selatan tersebut.

“Jadi kalau kita bilang harganya juga cukup kompetitif, berarti pabrikan lain lebih tinggi. Karena pabrikan (Jepang – Korea) sudah menyampaikan perubahan proposal teknis dan finansial yang diajukan dibandingkan proposal awal,” kata Anne dalam media massa. . bertemu di stasiun. Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2024).

Selain harga, alasan KCI memilih KRL baru yang disediakan CCRC Sifang karena spesifikasi teknisnya. Dimana KRL impor buatan China dapat memenuhi spesifikasi dan waktu pengiriman yang memenuhi permintaan serta harga yang kompetitif dibandingkan produk lainnya. KRL Impor Asal China Seharga Rp 783 Miliar Siap Beroperasi Mei 2025

Makanya kami tidak hanya melihat harganya saja, tapi juga detail teknisnya, jelasnya.

Ann mengatakan ketiga seri KRL yang didatangkan dari China tersebut akan tiba di Indonesia sekitar 13,5 bulan setelah penandatanganan perjanjian. Namun ketiga KRL baru yang diimpor dari China tersebut harus menjalani serangkaian pengujian oleh DJKA, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait.

“Ada uji coba, misalnya harus menempuh jarak 4.000 kilometer dulu,” jelas Ann.